Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.
Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko lima persen mengidap penyakit ini dan resiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun," kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.
Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.
Sejarah Alzheimer
Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.
Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.
Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.
Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
Pengungkapan terhadap Alzheimer
Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.
Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
Tingkat Alzheimer
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.
Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.
Tanda-tanda lain
Orang yang terkena penyakit ini dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Diperkirakan bahwa pada sekitar 1950-an kira-kira 2,5 juta penduduk dunia mengidap penyakit ini. Pada tahun 2000, pengidap Alzheimer diperkirakan mencapai enam milyar orang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menghidap Alzheimer (2003). Peningkatan ini, ada kaitannya dengan semakin banyak penduduk dunia yang berusia lanjut , masa hidup wanita meningkat hingga umur 80 tahun dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan kesehatan yang lebih baik, tingkat perkawinan menurun, perceraian bertambah dan mereka yang kawin tetapi tidak banyak anak.
Orang yang sakit yang berada di tahap sederhana dan parah akan menunjukkan tingkah laku yang aneh. Di antaranya, seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
Selain itu, orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Semua ini secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat sebab mereka terpaksa menjaga orang yang sakit '36 jam' sehari.
Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.
Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Yang menyedihkan, adalah orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.
Sabtu, 16 Oktober 2010
akhirnya hidayah itu datang juga
Profesor Jeffrey Lang Temukan Hidayah melalui Perantaraan Mahasiswanya
Profesor matematika yang pernah memilih tak beragama alias atheis ini akhirnya lebih memilih Islam sebagai pihan terakhirnya
Hidayatullah.com—Perjalanan setiap orang menuju Islam beraneka ragam caranya dan punya keunikan masing-masing. Seperti Prof Jeffrey Lang, kisah keislamnnya tergolong unik dan menarik. Profesor Matematika ini mendapat hidayah melalui perantaraan mahasiswa bimbingannya di kampus University of San Fransisco, AS. Dia sempat dihadiahi sebuah mushaf Alquran yang diakuinya sebagai kitab suci yang sangat mengagumkan. Satu hari, secara tak terduga dia menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja dekat kampus. Rupanya ruangan itu dipakai oleh para mahasiswanya yang Islam untuk shalat lima waktu. Nah, di ruangan kecil itu pula akhirnya dia bersyahadah. Berikut kisah lengkapnya.
ooo
Prof. Dr. Jeffrey Lang, nama lengkapnya. Sehari-hari dia bekerja sebagai dosen dan peneliti bidang Matematika di Universitas Kansas, salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat. Gelar master dan doktor matematika diraihnya dari Purdue University tahun 1981. Prof. Jeffrey dilahirkan dalam sebuah keluarga penganut paham Katolik Roma di Bridgeport, Connecticut pada 30 Januari 1954.
Pendidikan dasar hingga menengah dijalani di sekolah berlatar Katolik Roma. "Hampir 18 tahun lamanya kuhabiskan masa kecil di sekolah yang berlatar belakang ajaran Katolik. Selama itu pula aku menyisakan banyak pertanyaan tak berjawab tentang Tuhan dan filosofi ajaran Kristen," tutur dia.
Jeffrey, dalam catatan hariannya tentang perjalanannya mencari Islam, menulis:"Seperti kebanyakan anak-anak lain di kisaran tahun 1960-an hingga awal 1970-an kulewati masa kecil yang penuh keceriaan. Bedanya pada masa itu aku sudah mulai banyak bertanya-tanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik itu secara politik, sosial dan keagamaan. Aku bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan, termasuk di dalamnya pemuka gereja Katolik."
Beranjak remaja, di usianya yang ke-18, Prof. Jeffrey mengaku sudah jadi atheis alias tak percaya lagi adanya tuhan. "Jika Tuhan itu ada, dan Dia punya belas kasih dan sayang, lalu kenapa ada begitu banyak penderitaan di atas bumi ini? Kenapa Dia tidak masukkan saja kita semua ke dalam syurga? Kenapa juga dia menciptakan orang-orang di atas bumi ini dengan berbagai penderitaan?" kisah Jeffrey muda tentang kegelisahan hatinya kala itu. Selama bertahun-tahun pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menggelayuti pikirannya.
Ketemu mahasiswa muslim
Akhirnya Prof. Jeffrey mendapatkan jawaban awal di kota San Francisco. Ceritanya, saat itu dia diangkat sebagai salah seorang asisten dosen di Jurusan Matematika, Universitas San Francisco. Jeffrey menemukan Tuhan itu ada dan nyata dalam kehidupan ini. Tapi bagaimana cara dia menemukannya? Ternyata petunjuk itu didapatnya dari beberapa mahasiswanya yang beragama Islam!
"Saat pertamakali memberi kuliah di Universitas San Francisco, aku ketemu dengan seorang mahasiswa muslim yang mengambil mata kuliah Matematika. Akupun langsung akrab dengan mahasiswa ini, begitu pula dengan keluarganya. Agama, saat itu belum jadi topik perbincangan kami, hingga satu ketika aku diberi hadiah sebuah kitab suci Alquran," cerita dia.
Mahmoud Qadeel, nama mahasiswa tersebut. Dia berasal dari Arab Saudi. Mahmoud, cerita Prof Jeffrey, telah memberi banyak masukan baginya tentang hal ihwal Islam. Menariknya, semua diskusi mereka menyangkut dengan sains dan teknologi. "Aku pernah diskusi dengan Mahmoud tentang riset kedokteran dan dia menjawab dengan sempurna sekali. Bahasa Inggrisnya juga bukan main. Aku dibuat terpana oleh Mahmoud, yang di negaranya adalah seorang mayor polisi," lanjut Prof. Jeffrey kagum.
Hadiah Alquran
Satu ketika, berlangsung acara perpisahan. Semua dosen dan mahasiswa turut hadir dalam acara yang diadakan di sebuah tempat di luar kampus itu."Aku benar-benar terkejut saat Mahmoud memberiku hadiah sebuah mushaf Alquran. Mahmoud juga menghadiahiku beberapa buku Islam," kata Prof. Jeffrey.
Atas inisiatifnya sendiri, dia pun mempelajari isi Alquran itu. Bahkan buku-buku Islam tersebut dibacanya hingga tuntas. Dia mengaku kagum dengan Alquran. Dua juz pertama dari Alquran yang sempat dipelajarinya telah membuat dia bagai terhipnotis.
"Tiap malam muncul beraneka macam pertanyaan dalam diriku. Tapi entah kenapa jawabannya segera kutemukan esok harinya. Seakan ada yang membaca pikiranku dan menuliskannya di setiap baris Alquran. Aku seakan menemukan diriku di tiap halaman Alquran...," tukas Jeffrey lagi.
Bersyahadah di mushallah kampus
"Sekitar tahun 80-an belum banyak pelajar muslim yang studi di Universitas San Francisco. Waktu itu bisa jumpa dengan mahasiswa Islam sangat surprise," aku Prof. Jeffrey.
Ada cerita menarik tatkala dia sedang menelusuri kampus, secara tak terduga aku menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja. "Rupanya ruang itu dipakai oleh beberapa mahasiswa Islam untuk shalat lima waktu," lanjut dia lagi.
Kepalanya dipenuhi tanda tanya dan rasa ingin tahunya membuncah. Dia pun bersegera masuk ke tempat shalat tersebut. Waktu itu pas masuk waktu shalat zuhur dan dia pun diajak untuk ikut shalat oleh para mahasiswanya. Dia berdiri persis di belakang salah seorang mahasiswa dan mengikuti setiap gerakannya. Air matanya terlihat menetes.
"Kami berdiskusi tentang masalah agama. Aku utarakan semua bertanyaan yang selama ini tersimpan dalam kepalaku. Dan, sungguh luar biasa, aku benar-benar terkejut sekali dengan cara mereka menjelaskan. Masuk akal dan mudah dicerna. Ternyata jawabannya ada dalam ajaran Islam," tutur dia. "Tahu tidak, setelah keluar dari mushallah itu, aku telah mengucapkan dua kalimah syahadah!," tutur Prof Jeffrey.
Kenapa kita shalat, Ayah?
Prof Jeffrey secara rutin menunaikan shalat lima waktu dan merasakan ketentraman jiwa luar biasa. Shalat subuh, seperti diakuinya, adalah salah satu ritual yang sangat indah dalam Islam dan dia merasakan kesan mendalam dari shalat subuh.
Satu hari Jeffrey ditanya oleh Jameelah, anak perempuannya yang kala itu berumur delapan tahun, selepas dia shalat Zuhur. "Ayah, kenapa kita harus shalat?," tanya anaknya polos.
"Aku terhenyak dengan pertanyaannya. Aku benar-benar tidak mengira seorang anak berumur delapan tahun akan bertanya seperti itu. Ingin kuceritakan padanya bagaimana kelebihan dan kenikmatan shalat. Tapi apa dia bisa mengerti? Akhirnya kujawab bahwa kita shalat karena itu perintah Allah," tukas sang professor.
"Tapi ayah, apa yang bisa kita peroleh dengan shalat?," tanya sang anak lagi masih penasaran."Anakku, hal ini masih sulit untuk kamu pahami. Satu hari nanti, jika kamu sudah istiqamah dengan shalat lima waktu, ayah yakin kamu pasti akan dapatkan jawabannya," pungkas Prof Jeffrey bijak.
"Apakah shalat bisa bikin kita bahagia ayah?." lanjut Jameelah kecil.
"Sayangku, shalat adalah salah satu obat penenang jiwa. Sekali kita bersentuhan dengan kasih sayang Allah di dalam shalat, maka itulah kenikmatan yang luar biasa. Satu waktu, selepas lelah sehabis kerja, ayah merasakan semua rasa lelah itu hilang saat mengerjakan shalat," imbuhnya lagi meyakinkan sang anak.
Itulah kisah sang profesor yang juga meraih karir bagus di bidang matematika. Dia mengaku sangat terinspirasi dengan matematika. "Matematika itu logis dan berisi fakta-fakta berupa data real untuk mendapatkan jawaban konkret," tutur dia.
"Dengan cara seperti itulah aku bekerja. Adakalanya aku frustrasi ketika ingin mencari sesuatu tapi tidak mendapat jawaban yang konkret. Islam, bagiku, semuanya rasional, masuk akal dan mudah dicerna," tukasnya.
Prof Jeffrey saat ini ditunjuk oleh fakultasnya sebagai pembina organisasi Asosiasi Mahasiswa Islam guna menjembatani para pelajar muslim dengan universitas. Tak hanya itu, dia bahkan ditunjuk untuk memberikan mata kuliah agama Islam oleh pihak rektorat.
Prof Jefrey menikah dengan seorang perempuan Arab Saudi bernama Raika tahun 1994. Mereka dikaruniai tiga buah hati yakni Jameelah, Sarah dan Fattin. Jeffrey juga penulis buku yang handal. Selain ratusan artikel ilmiah bidang matematika, dia juga telah menulis beberapa buku Islam yang menjadi rujukan komunitas muslim Amerika. "Even Angels ask; A Journey to Islam in America" adalah salah satu buku best sellernya. Dalam buku itu dia menulis kisah perjalanan spiritualnya hingga memeluk Islam
Profesor matematika yang pernah memilih tak beragama alias atheis ini akhirnya lebih memilih Islam sebagai pihan terakhirnya
Hidayatullah.com—Perjalanan setiap orang menuju Islam beraneka ragam caranya dan punya keunikan masing-masing. Seperti Prof Jeffrey Lang, kisah keislamnnya tergolong unik dan menarik. Profesor Matematika ini mendapat hidayah melalui perantaraan mahasiswa bimbingannya di kampus University of San Fransisco, AS. Dia sempat dihadiahi sebuah mushaf Alquran yang diakuinya sebagai kitab suci yang sangat mengagumkan. Satu hari, secara tak terduga dia menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja dekat kampus. Rupanya ruangan itu dipakai oleh para mahasiswanya yang Islam untuk shalat lima waktu. Nah, di ruangan kecil itu pula akhirnya dia bersyahadah. Berikut kisah lengkapnya.
ooo
Prof. Dr. Jeffrey Lang, nama lengkapnya. Sehari-hari dia bekerja sebagai dosen dan peneliti bidang Matematika di Universitas Kansas, salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat. Gelar master dan doktor matematika diraihnya dari Purdue University tahun 1981. Prof. Jeffrey dilahirkan dalam sebuah keluarga penganut paham Katolik Roma di Bridgeport, Connecticut pada 30 Januari 1954.
Pendidikan dasar hingga menengah dijalani di sekolah berlatar Katolik Roma. "Hampir 18 tahun lamanya kuhabiskan masa kecil di sekolah yang berlatar belakang ajaran Katolik. Selama itu pula aku menyisakan banyak pertanyaan tak berjawab tentang Tuhan dan filosofi ajaran Kristen," tutur dia.
Jeffrey, dalam catatan hariannya tentang perjalanannya mencari Islam, menulis:"Seperti kebanyakan anak-anak lain di kisaran tahun 1960-an hingga awal 1970-an kulewati masa kecil yang penuh keceriaan. Bedanya pada masa itu aku sudah mulai banyak bertanya-tanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik itu secara politik, sosial dan keagamaan. Aku bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan, termasuk di dalamnya pemuka gereja Katolik."
Beranjak remaja, di usianya yang ke-18, Prof. Jeffrey mengaku sudah jadi atheis alias tak percaya lagi adanya tuhan. "Jika Tuhan itu ada, dan Dia punya belas kasih dan sayang, lalu kenapa ada begitu banyak penderitaan di atas bumi ini? Kenapa Dia tidak masukkan saja kita semua ke dalam syurga? Kenapa juga dia menciptakan orang-orang di atas bumi ini dengan berbagai penderitaan?" kisah Jeffrey muda tentang kegelisahan hatinya kala itu. Selama bertahun-tahun pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menggelayuti pikirannya.
Ketemu mahasiswa muslim
Akhirnya Prof. Jeffrey mendapatkan jawaban awal di kota San Francisco. Ceritanya, saat itu dia diangkat sebagai salah seorang asisten dosen di Jurusan Matematika, Universitas San Francisco. Jeffrey menemukan Tuhan itu ada dan nyata dalam kehidupan ini. Tapi bagaimana cara dia menemukannya? Ternyata petunjuk itu didapatnya dari beberapa mahasiswanya yang beragama Islam!
"Saat pertamakali memberi kuliah di Universitas San Francisco, aku ketemu dengan seorang mahasiswa muslim yang mengambil mata kuliah Matematika. Akupun langsung akrab dengan mahasiswa ini, begitu pula dengan keluarganya. Agama, saat itu belum jadi topik perbincangan kami, hingga satu ketika aku diberi hadiah sebuah kitab suci Alquran," cerita dia.
Mahmoud Qadeel, nama mahasiswa tersebut. Dia berasal dari Arab Saudi. Mahmoud, cerita Prof Jeffrey, telah memberi banyak masukan baginya tentang hal ihwal Islam. Menariknya, semua diskusi mereka menyangkut dengan sains dan teknologi. "Aku pernah diskusi dengan Mahmoud tentang riset kedokteran dan dia menjawab dengan sempurna sekali. Bahasa Inggrisnya juga bukan main. Aku dibuat terpana oleh Mahmoud, yang di negaranya adalah seorang mayor polisi," lanjut Prof. Jeffrey kagum.
Hadiah Alquran
Satu ketika, berlangsung acara perpisahan. Semua dosen dan mahasiswa turut hadir dalam acara yang diadakan di sebuah tempat di luar kampus itu."Aku benar-benar terkejut saat Mahmoud memberiku hadiah sebuah mushaf Alquran. Mahmoud juga menghadiahiku beberapa buku Islam," kata Prof. Jeffrey.
Atas inisiatifnya sendiri, dia pun mempelajari isi Alquran itu. Bahkan buku-buku Islam tersebut dibacanya hingga tuntas. Dia mengaku kagum dengan Alquran. Dua juz pertama dari Alquran yang sempat dipelajarinya telah membuat dia bagai terhipnotis.
"Tiap malam muncul beraneka macam pertanyaan dalam diriku. Tapi entah kenapa jawabannya segera kutemukan esok harinya. Seakan ada yang membaca pikiranku dan menuliskannya di setiap baris Alquran. Aku seakan menemukan diriku di tiap halaman Alquran...," tukas Jeffrey lagi.
Bersyahadah di mushallah kampus
"Sekitar tahun 80-an belum banyak pelajar muslim yang studi di Universitas San Francisco. Waktu itu bisa jumpa dengan mahasiswa Islam sangat surprise," aku Prof. Jeffrey.
Ada cerita menarik tatkala dia sedang menelusuri kampus, secara tak terduga aku menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja. "Rupanya ruang itu dipakai oleh beberapa mahasiswa Islam untuk shalat lima waktu," lanjut dia lagi.
Kepalanya dipenuhi tanda tanya dan rasa ingin tahunya membuncah. Dia pun bersegera masuk ke tempat shalat tersebut. Waktu itu pas masuk waktu shalat zuhur dan dia pun diajak untuk ikut shalat oleh para mahasiswanya. Dia berdiri persis di belakang salah seorang mahasiswa dan mengikuti setiap gerakannya. Air matanya terlihat menetes.
"Kami berdiskusi tentang masalah agama. Aku utarakan semua bertanyaan yang selama ini tersimpan dalam kepalaku. Dan, sungguh luar biasa, aku benar-benar terkejut sekali dengan cara mereka menjelaskan. Masuk akal dan mudah dicerna. Ternyata jawabannya ada dalam ajaran Islam," tutur dia. "Tahu tidak, setelah keluar dari mushallah itu, aku telah mengucapkan dua kalimah syahadah!," tutur Prof Jeffrey.
Kenapa kita shalat, Ayah?
Prof Jeffrey secara rutin menunaikan shalat lima waktu dan merasakan ketentraman jiwa luar biasa. Shalat subuh, seperti diakuinya, adalah salah satu ritual yang sangat indah dalam Islam dan dia merasakan kesan mendalam dari shalat subuh.
Satu hari Jeffrey ditanya oleh Jameelah, anak perempuannya yang kala itu berumur delapan tahun, selepas dia shalat Zuhur. "Ayah, kenapa kita harus shalat?," tanya anaknya polos.
"Aku terhenyak dengan pertanyaannya. Aku benar-benar tidak mengira seorang anak berumur delapan tahun akan bertanya seperti itu. Ingin kuceritakan padanya bagaimana kelebihan dan kenikmatan shalat. Tapi apa dia bisa mengerti? Akhirnya kujawab bahwa kita shalat karena itu perintah Allah," tukas sang professor.
"Tapi ayah, apa yang bisa kita peroleh dengan shalat?," tanya sang anak lagi masih penasaran."Anakku, hal ini masih sulit untuk kamu pahami. Satu hari nanti, jika kamu sudah istiqamah dengan shalat lima waktu, ayah yakin kamu pasti akan dapatkan jawabannya," pungkas Prof Jeffrey bijak.
"Apakah shalat bisa bikin kita bahagia ayah?." lanjut Jameelah kecil.
"Sayangku, shalat adalah salah satu obat penenang jiwa. Sekali kita bersentuhan dengan kasih sayang Allah di dalam shalat, maka itulah kenikmatan yang luar biasa. Satu waktu, selepas lelah sehabis kerja, ayah merasakan semua rasa lelah itu hilang saat mengerjakan shalat," imbuhnya lagi meyakinkan sang anak.
Itulah kisah sang profesor yang juga meraih karir bagus di bidang matematika. Dia mengaku sangat terinspirasi dengan matematika. "Matematika itu logis dan berisi fakta-fakta berupa data real untuk mendapatkan jawaban konkret," tutur dia.
"Dengan cara seperti itulah aku bekerja. Adakalanya aku frustrasi ketika ingin mencari sesuatu tapi tidak mendapat jawaban yang konkret. Islam, bagiku, semuanya rasional, masuk akal dan mudah dicerna," tukasnya.
Prof Jeffrey saat ini ditunjuk oleh fakultasnya sebagai pembina organisasi Asosiasi Mahasiswa Islam guna menjembatani para pelajar muslim dengan universitas. Tak hanya itu, dia bahkan ditunjuk untuk memberikan mata kuliah agama Islam oleh pihak rektorat.
Prof Jefrey menikah dengan seorang perempuan Arab Saudi bernama Raika tahun 1994. Mereka dikaruniai tiga buah hati yakni Jameelah, Sarah dan Fattin. Jeffrey juga penulis buku yang handal. Selain ratusan artikel ilmiah bidang matematika, dia juga telah menulis beberapa buku Islam yang menjadi rujukan komunitas muslim Amerika. "Even Angels ask; A Journey to Islam in America" adalah salah satu buku best sellernya. Dalam buku itu dia menulis kisah perjalanan spiritualnya hingga memeluk Islam
peredik si gempa lampung
lampung post:
Gempa dahsyat yang melanda Jawa Barat,kemungkinan menjalar ke Lampung dengan kekuatan 8 skala Richter. Masyarakat diimbau mewaspadainya sejak sekarang.
Direktur Teknologi Sumber Daya Mineral Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yusuf Surachman, Kamis (3-9), mengatakan gempa masih akan terus melanda Indonesia mengingat negeri ini dilalui lempeng gempa. Yang perlu diwaspadai adalah gempa berkekuatan besar yang kemungkinan terjadi di Selat Sunda yang berdampak ke Lampung dan Jakarta.
"Ini memang ada sistem bermain di situ, memang ada satu kemungkinan akumulasi energi di situ. Kita tidak tahu kapan akan terjadi seperti itu. Potensi (gempa) di darat dan di laut terjadi di sebelah selatan Lampung, Jawa Barat, dan Banten antara Selat Sunda. Kekuatannya sekitar 8 skala Richter (SR)," kata Yusuf.
Potensi gempa tersebut muncul karena tabrakan lempeng Indo-Australia serta lempeng Sumatera dan Jawa. "Bagaimana mekanismenya? Ada subduksi lempeng oceanic menyusup ke dalam lempeng benua. Karena ada sistem terkunci, maka ada potensi gempa. Jadi lempeng Indo-Australia bergerak terus di selatan Jawa dan menekan hingga 7 cm per tahun," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, kini lempeng itu sudah memasuki periode matang. "Pergerakan sentimeter per tahun saja sudah tertekan. Sekarang saja banyak terjadi gempa meski berkekuatan kecil menyebar di seluruh Indonesia. Kondisi ini sama dengan satu abad lalu, sekitar tahun 1800-an," kata dia.
Selat Sunda berada di atas zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta zona transisi subduksi miring yang memanjang di sebelah barat Sumatera dengan subduksi tegak di selatan Pulau Jawa. Gempa di Selat Sunda bisa dipicu penglepasan energi dari penunjaman lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dengan kecepatan 6 cm per tahun di bawah Selat Sunda, atau dari aktivitas patahan Semangko yang masih sangat aktif sampai sekarang. Patahan Semangko memanjang dari Aceh sampai Lampung sepanjang 1.650 km dan melintasi hampir semua kota besar di Sumatera.
Rawan Gempa
Secara terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Krismanto menjelaskan Lampung yang terletak di antara pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia serta sesar Semangko membuat provinsi ini berada di zona rawan gempa. Potensi gempa juga terpendam di laut dalam yang bisa menimbulkan tsunami.
Menurut dia, gempa berskala besar kerap melanda Lampung. Selama Januari--Agustus 2009 tercatat 16 kali gempa berkekuatan 5--6,1 SR melanda Lampung. "Suka tidak suka, mau tidak mau, Lampung berada di daerah rawan gempa. Perlu kearifan agar masyarakat bisa bersahabat dengan bencana," kata dia.
Menanggapi prediksi Yusuf Surachman tentang potensi gempa dahsyat di Selat Sunda, Krismanto tidak menampik kemungkinan itu. "Prediksi itu bisa benar, bisa tidak. Pergerakan lempeng itu memang ada. Tapi tidak bisa ditentukan waktunya meski setiap tahun terjadi pergeseran 5--6 cm," kata dia.
Namun, Krismanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan membekali diri dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana. "Masyarakat tidak punya cara lain selain berdamai dengan bencana. Salah satunya dengan memahami apa saja harus dilakukan ketika gempa terjadi. Misalnya dengan berlindung di bawah meja, meletakkan barang-barang di tempat aman, dan mengikat lemari ke tembok," kata dia.
Untuk mengukur intensitas gempa, ia menyarankan setiap keluarga memasang lampu gantung dengan panjang tali minimal 50 cm. "Jika pergerakan lampu sudah lebih dari 15 derajat, sebaiknya kita cepat keluar," kata dia.
Selain itu, Krismanto menyarankan masyarakat menyesuaikan bangunan dengan konstruksi tahan gempa. "Atau jika terlalu mahal, bisa mengadaptasi rumahnya dengan atap yang ringan seperti seng. Jangan dengan genting beton," kata dia.
Sementara itu, pengamat Gunung Krakatau, Suhandi, mengatakan gempa dahsyat di Selat Sunda dapat meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Krakatau. "Ibarat air di dalam gelas, kalau guncangannya kuat tentu akan tumpah. Begitu juga dengan gunung berapi, termasuk Krakatau. Apalagi jika episentrum gempa berada di sekitarnya," ujarnya.
Kesiapan Pemprov
Menanggapi ancaman gempa tersebut, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mengatakan sekretariat penanggulangan bencana alam sudah menyiapkan langkah-langkah tersendiri untuk penanganan bencana. Instansi tersebut sering mengadakan pelatihan menghadapi bencana. "Mereka terus memonitor keadaan dari BMG. Sudah ada alat pendeteksinya, bila nanti terdeteksi akan diinformasikan kepada masyarakat," kata Sjachroedin seusai buka puasa bersama alumni Akabri dan Akpol di Mahan Agung, tadi malam. n ITA/HIM/HAR/MG13/U-1
Ukuran Kekuatan Gempa
Skala Richter (SR)
Skala Richter diusulkan fisikawan Charles Richter. Skala ini dipakai untuk gempa dekat dengan magnitudo di bawah 6,0. Di atas itu, perhitungan dengan teknik Richter tidak representatif lagi.
Skala Richter Efek Gempa
<2,0 Gempa kecil, tidak terasa
2,0-2,9 Tidak terasa, tapi terekam oleh alat
3,0-3,9 Sering terasa, tapi jarang menimbulkan kerusakan
4,0-4,9 Perabotan rumah bergetar. Kerusakan tidak terlalu
signifikan.
5,0-5,9 Menimbulkan kerusakan besar pada bangunan di area yang
kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain
dengan baik
6,0-6,9 Merusak area hingga sekitar 160 km
7,0-7,9 Menimbulkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8,0-8,9 Kerusakan serius hingga ratusan mil
9,0-9,9 Menghancurkan area hingga ribuan mil
>10,0 Belum pernah terekam
Skala Modifikasi Intensitas Mercalli (MMI)
Skala Mercalli diciptakan vulkanologis Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala ini disusun berdasar informasi orang-orang yang selamat dari gempa serta dengan membandingkan tingkat kerusakan karena hasilnya itu sangat subjektif. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi pada 1931 oleh seismolog Harry Wood dan Frank Neumann sering digunakan terutama bila tidak terdapat alat seismograf di lokasi gempa.
Skala Modifikasi Intensitas Mercalli
Skala MMI Efek Gempa
I Tidak terasa
II Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi
III Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.
IV Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak
dinding rumah, benda tergantung bergoyang.
V Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak,
benda kecil di atas rak mampu jatuh.
VI Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
VII Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat
berjalan/berdiri.
VIII Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.
IX Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.
X Jembatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor.
XI Rel kereta api rusak.
XII Seluruh bangunan hancur dan hancur lebur.
Kiat Menghadapi Gempa
Penyebab celaka paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material. Karena itu perhatikan hal-hal ini:
- Perabotan diatur menempel pada dinding (dipaku/diikat) untuk menghindari roboh saat gempa
- Atur benda yang berat di bagian bawah.
- Cek kestabilan benda yang digantung, misal lampu.
Beberapa hal yang dilakukan saat gempa terjadi
Jika berada dalam bangunan
- Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi di bawah meja, dll).
- Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
Jika berada di luar bangunan
- Hindari bangunan tinggi seperti gedung, tiang listrik, serta pohon.
- Perhatikan tempat berpijak dan menghindar bila terjadi rekahan tanah.
- Jika berada di pesisir, jauhi pantai untuk menghindari tsunami.
Jika sedang mengendarai mobil
- Keluar, turun dan menjauh dari mobil. Cari tempat terbuka dan lapang.
Gempa dahsyat yang melanda Jawa Barat,kemungkinan menjalar ke Lampung dengan kekuatan 8 skala Richter. Masyarakat diimbau mewaspadainya sejak sekarang.
Direktur Teknologi Sumber Daya Mineral Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yusuf Surachman, Kamis (3-9), mengatakan gempa masih akan terus melanda Indonesia mengingat negeri ini dilalui lempeng gempa. Yang perlu diwaspadai adalah gempa berkekuatan besar yang kemungkinan terjadi di Selat Sunda yang berdampak ke Lampung dan Jakarta.
"Ini memang ada sistem bermain di situ, memang ada satu kemungkinan akumulasi energi di situ. Kita tidak tahu kapan akan terjadi seperti itu. Potensi (gempa) di darat dan di laut terjadi di sebelah selatan Lampung, Jawa Barat, dan Banten antara Selat Sunda. Kekuatannya sekitar 8 skala Richter (SR)," kata Yusuf.
Potensi gempa tersebut muncul karena tabrakan lempeng Indo-Australia serta lempeng Sumatera dan Jawa. "Bagaimana mekanismenya? Ada subduksi lempeng oceanic menyusup ke dalam lempeng benua. Karena ada sistem terkunci, maka ada potensi gempa. Jadi lempeng Indo-Australia bergerak terus di selatan Jawa dan menekan hingga 7 cm per tahun," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, kini lempeng itu sudah memasuki periode matang. "Pergerakan sentimeter per tahun saja sudah tertekan. Sekarang saja banyak terjadi gempa meski berkekuatan kecil menyebar di seluruh Indonesia. Kondisi ini sama dengan satu abad lalu, sekitar tahun 1800-an," kata dia.
Selat Sunda berada di atas zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta zona transisi subduksi miring yang memanjang di sebelah barat Sumatera dengan subduksi tegak di selatan Pulau Jawa. Gempa di Selat Sunda bisa dipicu penglepasan energi dari penunjaman lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dengan kecepatan 6 cm per tahun di bawah Selat Sunda, atau dari aktivitas patahan Semangko yang masih sangat aktif sampai sekarang. Patahan Semangko memanjang dari Aceh sampai Lampung sepanjang 1.650 km dan melintasi hampir semua kota besar di Sumatera.
Rawan Gempa
Secara terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Krismanto menjelaskan Lampung yang terletak di antara pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia serta sesar Semangko membuat provinsi ini berada di zona rawan gempa. Potensi gempa juga terpendam di laut dalam yang bisa menimbulkan tsunami.
Menurut dia, gempa berskala besar kerap melanda Lampung. Selama Januari--Agustus 2009 tercatat 16 kali gempa berkekuatan 5--6,1 SR melanda Lampung. "Suka tidak suka, mau tidak mau, Lampung berada di daerah rawan gempa. Perlu kearifan agar masyarakat bisa bersahabat dengan bencana," kata dia.
Menanggapi prediksi Yusuf Surachman tentang potensi gempa dahsyat di Selat Sunda, Krismanto tidak menampik kemungkinan itu. "Prediksi itu bisa benar, bisa tidak. Pergerakan lempeng itu memang ada. Tapi tidak bisa ditentukan waktunya meski setiap tahun terjadi pergeseran 5--6 cm," kata dia.
Namun, Krismanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan membekali diri dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana. "Masyarakat tidak punya cara lain selain berdamai dengan bencana. Salah satunya dengan memahami apa saja harus dilakukan ketika gempa terjadi. Misalnya dengan berlindung di bawah meja, meletakkan barang-barang di tempat aman, dan mengikat lemari ke tembok," kata dia.
Untuk mengukur intensitas gempa, ia menyarankan setiap keluarga memasang lampu gantung dengan panjang tali minimal 50 cm. "Jika pergerakan lampu sudah lebih dari 15 derajat, sebaiknya kita cepat keluar," kata dia.
Selain itu, Krismanto menyarankan masyarakat menyesuaikan bangunan dengan konstruksi tahan gempa. "Atau jika terlalu mahal, bisa mengadaptasi rumahnya dengan atap yang ringan seperti seng. Jangan dengan genting beton," kata dia.
Sementara itu, pengamat Gunung Krakatau, Suhandi, mengatakan gempa dahsyat di Selat Sunda dapat meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Krakatau. "Ibarat air di dalam gelas, kalau guncangannya kuat tentu akan tumpah. Begitu juga dengan gunung berapi, termasuk Krakatau. Apalagi jika episentrum gempa berada di sekitarnya," ujarnya.
Kesiapan Pemprov
Menanggapi ancaman gempa tersebut, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mengatakan sekretariat penanggulangan bencana alam sudah menyiapkan langkah-langkah tersendiri untuk penanganan bencana. Instansi tersebut sering mengadakan pelatihan menghadapi bencana. "Mereka terus memonitor keadaan dari BMG. Sudah ada alat pendeteksinya, bila nanti terdeteksi akan diinformasikan kepada masyarakat," kata Sjachroedin seusai buka puasa bersama alumni Akabri dan Akpol di Mahan Agung, tadi malam. n ITA/HIM/HAR/MG13/U-1
Ukuran Kekuatan Gempa
Skala Richter (SR)
Skala Richter diusulkan fisikawan Charles Richter. Skala ini dipakai untuk gempa dekat dengan magnitudo di bawah 6,0. Di atas itu, perhitungan dengan teknik Richter tidak representatif lagi.
Skala Richter Efek Gempa
<2,0 Gempa kecil, tidak terasa
2,0-2,9 Tidak terasa, tapi terekam oleh alat
3,0-3,9 Sering terasa, tapi jarang menimbulkan kerusakan
4,0-4,9 Perabotan rumah bergetar. Kerusakan tidak terlalu
signifikan.
5,0-5,9 Menimbulkan kerusakan besar pada bangunan di area yang
kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain
dengan baik
6,0-6,9 Merusak area hingga sekitar 160 km
7,0-7,9 Menimbulkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8,0-8,9 Kerusakan serius hingga ratusan mil
9,0-9,9 Menghancurkan area hingga ribuan mil
>10,0 Belum pernah terekam
Skala Modifikasi Intensitas Mercalli (MMI)
Skala Mercalli diciptakan vulkanologis Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala ini disusun berdasar informasi orang-orang yang selamat dari gempa serta dengan membandingkan tingkat kerusakan karena hasilnya itu sangat subjektif. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi pada 1931 oleh seismolog Harry Wood dan Frank Neumann sering digunakan terutama bila tidak terdapat alat seismograf di lokasi gempa.
Skala Modifikasi Intensitas Mercalli
Skala MMI Efek Gempa
I Tidak terasa
II Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi
III Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.
IV Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak
dinding rumah, benda tergantung bergoyang.
V Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak,
benda kecil di atas rak mampu jatuh.
VI Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
VII Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat
berjalan/berdiri.
VIII Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.
IX Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.
X Jembatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor.
XI Rel kereta api rusak.
XII Seluruh bangunan hancur dan hancur lebur.
Kiat Menghadapi Gempa
Penyebab celaka paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material. Karena itu perhatikan hal-hal ini:
- Perabotan diatur menempel pada dinding (dipaku/diikat) untuk menghindari roboh saat gempa
- Atur benda yang berat di bagian bawah.
- Cek kestabilan benda yang digantung, misal lampu.
Beberapa hal yang dilakukan saat gempa terjadi
Jika berada dalam bangunan
- Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi di bawah meja, dll).
- Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
Jika berada di luar bangunan
- Hindari bangunan tinggi seperti gedung, tiang listrik, serta pohon.
- Perhatikan tempat berpijak dan menghindar bila terjadi rekahan tanah.
- Jika berada di pesisir, jauhi pantai untuk menghindari tsunami.
Jika sedang mengendarai mobil
- Keluar, turun dan menjauh dari mobil. Cari tempat terbuka dan lapang.
Langganan:
Komentar (Atom)