Sabtu, 21 Januari 2012

PENGOMPRONGAN DAN PERUBAHAN YANG TERJADI PADA DAUN TEMBAKAU





ROKOK???
ya ...
mungkin semua bersepakat bahwa rokok memiliki effek negatif bagi siperokoknya sendiri dan bagi si penghirup asap rokok
sudah banyak study tekait dampak positif dan dampak negatif dari keberadaaan rokok.

berlepas dari itu semua..., kita juga harus bisa memahami, bahwa tidak boleh menolak sebuah ilmu
dan maka dari itu
semoga tulisan ini bisa menjadi referensi
terkait proses pengomprongan, yaitu suatu proses yang dikenakan pada daun tembakau dalam tahapan proses pembuatan  rokok


Ada 4 tahapan yang terjadi di dalam proses pengomprongan, yaitu :


1. Penguningan
Pada tahap ini terjadi perubahan warna daun dari hijau ke kuning karena terjadi degradasi khlorofil menjadi senyawa lebih sederhana, yaitu feofitin dan khlorofilid. Akibatnya, muncul warna kuning dari karotin dan santofil. Jika pengomprongan dilanjutkan, warna akan berubah menjadi coklat akibat reaksi oksidatif dari polifenol menjadi quinon yang selanjutnya membentuk polimer dengan asam amino dan menghasilkan warna coklat.  Warna coklat pada tembakau rajangan umumnya tidak disukai kecuali tembakau temanggung rajangan mutu srintil yang mempunyai aroma khas. Selain itu, selama pengomprongan akan terjadi pemecahan pati menjadi gula. Pada pengomprongan daun tembakau rajangan
Madura terjadi kenaikan kadar gula total 7,84 % dan penurunan kadar pati 8,22 %. Perubahan ini terjadi pada suhu 32 s.d. 42 °C. Proses ini umumnya berlangsung selama 55 s.d.58 jam. Awalnya semua ventilasi ditutup, tetapi bila seluruh daun sudah berwama kuning orange, ventilasi atas dibuka ¼-nya. Proses ini sangat menentukan hasil curing.
2. Pengikatan wama
Bila seluruh daun sudah berwama kuning orange maka suhu dinaikkan pertiahan-lahan. Pada tahap ini, bila daun masih berwama hijau maka daun tetap akan berwama hijau dan bila sudah berwama kuning orange maka hasil curing juga akan kuning orange karena pada suhu 43-52 °C ini terjadi pengikatan warna. Pada tahapan ini ventilasi dibuka secara bertahap. Waktu yang diperlukan umumnya sekitar 18-19 jam.
3. Pengeringan lembar daun
Tahap ini bertujuan untuk mengurangi kadar air di dalam lembar daun dengan cara menaikkan suhu 53-62 °C. Pada saat ini seluruh ventilasi dibuka karena air yang keluar dari sel-sel daun akan menguap. Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 s.d. 32 jam.
4. Pengeringan gagang
Tahapan ini dilakukan pada suhu 63-72 °C selama 30 s.d. 32 jam.  Pada tahap perajangan terjadi pemecahan sel-sel daun yang dapat mempermudah terjadinya percampuran antara enzim dan substrat sehingga reaksi enzimatis lebih mudah berlangsung. Di sisi lain,  perajangan mengakibatkan daun cepat menjadi kering. Daun tembakau yang cepat kering berarti cepat membebaskan air yang dikandungnya sehingga reaksi kimia yang tidak dikehendaki segera dapat dihentikan. Dengan segera dibebaskannya sebagian besar kandungan air, senyawa kimia yang terbentuk selama  pengomprongan akan segera terikat. Selain itu, pertumbuhan jamur dan reaksi kimia yang tidak dikehendaki dapat dikendalikan sehingga diperoleh mutu tembakau yang baik sesuai dengan permintaan konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar