Rabu, 01 Februari 2012

Risalah Pergerakan Pemuda Islam

Min Kutubil Ikhwan
9/11/2011 | 12 Dhul-Hijjah 1432 H | 1.244 views
Oleh: Al-Ikhwan.net

Bersama Amal Thulabi membangun Peradaban
Thullabi adalah sebuah khazanah dan komunitas pemuda yang progresif, mengajak Anda meretas jalan kebangkitan umat dalam fikrah dan pergerakan yang dinamis, dalam dakwah dan kesadaran dengan berprinsip pada manhaj Islam yang shahih.
Guru! Apa yang masih menarik dari sebutan ini di saat umat mengalami keterpurukan moral? Ketahuilah, Hasan Al Bana, sang pendiri Ikhwanul Muslimun, menjadikan kata “guru” sebagai predikat akhir dari perjuangannya. Beliau menggariskan bahwa tujuan akhir dari murotibul amal yang disusunnya adalahustadziyatul’alam; menjadi guru peradaban. Tujuan akhir ini memang tidak lebih sering diucapkan dibanding tujuan-tujuan antaranya. Namun di masa depan, kata “guru” secara proporsional harus dikembalikan kewibawaannya. Hingga segenap aktivis harakah memahami benar tujuan hakiki dari tertib amal yang sedang ditekuninya.
Perbincangan seputar wacana guru juga akan segera mengingatkan para aktivis harakah tentang inti sebuah peradaban; manusia. Lebih khusus lagi wacana ini akan membentangkan betapa luasnya lahan pembinaan generasi muda, dan betapa masih jauhnya perjalanan dakwah untuk itu. Bagaimanapun istimroriyatudda’wah (kesinambungan dakwah) amat sangat tergantung pada keberhasilan guru-guru yang mampu mewariskan sifat-sifat kenabian dari generasi ke generasi. Kemanakah guru-guru di jajaran harakah Islamiyah seharusnya membidik barisan inti perjuangannya? Jawabnya adalah ke kaum terpelajar. Merekalah SDM (Sumber Daya Manusia) strategis peradaban di zaman ini. Mereka pulalah yang potensial mengemban misi kenabian di masa-masa yang akan datang. Mereka katakanlah, semacam “nabi kolektif” yang memberi pengharapan terhadap umat tentang masa depan yang cerah.

Akhlak dan Ilmu; Dua Pilar Kebangkitan


 
Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 05-01-2012
Penerjemah:
Abu ANaS MA
___________
Segala Puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya.
Akhlak dan Ilmu adalah dua sisi mata uang
Para ulama sepakat bahwa akhlak merupakan landasan utama secara spiritual untuk kebangkitan suatu umat, neraca pertumbuhan, perkembangan dan kemajuannya. Sedangkan Ilmu adalah landasan utama secara materi untuk sebuah kebangkitan dalam berbagai sisi kehidupan. Oleh karena itu, ilmu tidak mampu secara sendirian memberikan kehidupan kepada manusia jika tidak disertai dengan akhlak dan nilai-nilai mulia. Namun demikian tidak akan berdiri tegak kebangkitan umat ini kecuali dengan hadirnya kedua asas tersebut secara bersamaan, sehingga dapat memberikan kemajuan dengan berbagai kebaikan bagi manusia yang diciptakan untuk meraih kebahagiaan dan kesenangan, serta kehidupan dengan penuh ketenangan dan ketentraman.

Rijalud Dakwah (Generasi Dakwah)


Tokoh Ikhwan

6/11/2009 | 18 Dhul-Qadah 1430 H | 7.224 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
 
hasan al-bannaJika kita membicarakan salah satu tokoh diantara tokoh ummat yang pernah hidup dalam perjalanan sejarah, kita akan menemukan persamaan antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya. Persamaan itu dapat kit ambil titik temunya, mereka adalah orang-orang yang memiliki:  Quwwatur-ruh, dan Quwwatul qalb.
Dengan kekuatan ini, kuat pula segala hal lain yang mereka miliki.
Benar apa yang diungkapkan oleh Bisyr Al Khothib yang dikutip oleh Syekh Ahmad Rasyid dalam kitabnya, katanya: “Cukuplah bagimu, engkau melihat orang-orang yang telah mati yang ketika sejarah hidupnya dipelajari hati menjadi hidup, sebagaimana ada pula manusia-manusia yang hidup diantara kita yang dengan melihatnya hati kita menjadi mati”.
Rasulullah saw pernah bersabda dalam sebuah hadits shahih yang banyak dikutip dalam buku-buku sirah, ketika para sahabat menceritakan kepribadian Umar ra, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّهُ قَدْ كَانَ فِيمَا مَضَى قَبْلَكُمْ مِنَ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ وَإِنَّهُ إِنْ كَانَ فِي أُمَّتِي هَذِهِ مِنْهُمْ فَإِنَّهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّاب
“Sesungguhnya pada setiap ummat ada orang yang mendapatkan ilham (muhaddits). Sesungguhnya jika di dalam ummatku ada muhaddits, maka dia adalah Umar”. (Ahmad dan Bukhari)