Sabtu, 22 Januari 2011

"KITA" saja

kepak sayap melemah
air terus beriak
gunung diam termangu

pada diorama itu
aku menggugat ayat ayat cinta mu
agar lenyap segala  ngilu



kudatangi engkau
dengan jantung yang nyaris berhenti berdetak
merajuk rajuk mengurai sesak

sayapku patah ya  roob
kalah oreh resah yang mengusik fitrah
oleh galau yang membuatku lemah

sebab sungguhtak berkenan
menduakan cinta yang kau tanam
sungguh sungguh tak berkenan merusak pekarangan iman
yang bungannya sedang mekar kemrah merahan

tak inggin roob
tak ingin membuatmu cemburu
oleh rasa ku yang tak menentu

maka
kumohoon
jadikanlah semua berlalu
tetap hanya kau dan aku

(SKC, bilik tengah, january 20th 2011, 8am

2 komentar:

  1. waaahhh...
    bersyukur rasanya bisa merasakan rasa itu..
    rasa yang banyak orang menyebutnya "cinta"
    karena rasa itu, kita bisa jadi lebih dekat dengan-Nya..
    cinta adalah fitrah sekaligus anugerah ^^
    Alhamdulillah.. kita bisa merasakan anugerah yang luar biasa ini..
    Semangat! :D

    BalasHapus
  2. ade riski

    hmm.. trimaksih utntuk komentarnyaaa

    luar biasa sekali, keteguan akhwat di puisi tersebut
    beliau lebih memeilih menikmati indahnya cinta hanya anara dirinya dan sang pencipta

    sebuah cinta yang abadi, dan inilah cinta sejati

    BalasHapus